PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Industri kecil dan menengah diharap terus bisa tunjukkan eksistensi.
Melemahnya industry skala besar akibat pandemic Covid-19 diharap tidak menular ke industri kecil dan menengah.
Untuk itu, penggunaan teknologi diharap bisa dilakukan para pelaku industri.
“Kemajuan teknologi saat ini menuntut kita semua untuk terus mengembangkan berbagai inovasi. Salah satunya dengan metode teknologi kemasan. Terutama kemasan bagi produk makanan, baik itu kering maupun basah,” ungkap Siti Rizky.
Ia mencontohkan, saat ini banyak bahan makanan yang dijual dengan metode kemasan dan dapat bertahan dalam kurun waktu tertentu.
Seperti makanan asal Jawa Tengah seperti Gudeg Yogya, aneka sambal dan berbagai makanan lainnya. Namun demikian tentu pengemasan dengan standar yang telah ditetapkan untuk menjaga kualitas.
“Di sini ada peran pemerintah daerah untuk merangkul pelaku usaha kecil menengah untuk dapat difasilitasi dan didampingi dalam mengembangkan usahanya,” Rizky Amalia.
Sebagaimana diketahui, sejumlah teknologi pengemasan yang sedang berkembang saat ini di antaranya menggunakan Active & Intelligent Packaging, Modified Atmosphere Packaging (MAP), Vacuum Pack (preserve the freshness of food), Frozen food (Freezing foof preserves), dan Retort Packaging (for ready to eat meals).
Rizky juga menilai, dengan kemasan yang tak hanya menarik dan promosi yang kreatif namun mengedepankan control quality yang terus terjamin akan menjaga kesetiaan pelanggan. (advertorial)