PUBLIKKALTIM.COM – Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra mengakui periode pertama Wali Kota Samarinda Andi Harun sudah bagus.
Namun Samri Shaputra menyebut ada beberapa kegiatan yang belum selesai, seperti proyek terowongan, revitalisasi Pasar Pagi, dan Teras Samarinda.
“Walaupun Teras Samarinda progresnya terlihat, berdasarkan kontrak seharusnya proyek-proyek ini rampung sebelum akhir masa jabatan,” ucapnya, Kamis (20/2/2025).
Terkait hal itu, Samri Shaputra memberikan beberapa catatan penting untuk Andi Harun di periode keduanya.
Samri menekankan pentingnya penyusunan skala prioritas pembangunan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, program prioritas harus ditentukan berdasarkan aspirasi warga, bukan sekadar kebijakan dari pemerintah.
“Jika masyarakat ingin jalan yang mulus dan drainase yang baik, maka itu yang harus diutamakan. Definisi prioritas ini harus jelas, jangan sampai hanya versi pemerintah saja,” ujar Samri, Kamis (20/2/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan Samarinda dibiayai oleh pajak masyarakat, sehingga setiap kebijakan harus memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Prinsipnya harus seimbang, masyarakat yang membayar pajak, maka mereka juga yang harus menikmati hasil pembangunan dari pajak yang mereka bayarkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, politisi PKS ini menilai bahwa keberlanjutan kepemimpinan Andi Harun menjadi keuntungan bagi Samarinda.
Pasalnya, jika wali kota yang terpilih bukan petahana, menurut Samri, proyek yang belum rampung bakal ada perubahan yang signifikan.
“Untung saja beliau (Andi Harun) lagi yang jadi. Kalau tidak, bisa jadi masalah itu. Makanya untuk ke depannya perencanaan lebih dimatangkan lagi supaya setiap kegiatan bisa selesai sesuai waktu yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (advertorial)