PUBLIKKALTIM.COM – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menghadirkan pasar rakyat yang modern dan representatif terus mendapat dukungan penuh dari legislatif.
Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, yang menjadi salah satu program strategis pembangunan daerah, kini mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Samarinda.
Dalam rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang digelar pada Senin (7/7/2025), Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan bahwa progres fisik pembangunan pasar tersebut telah mencapai 65 persen.
“Ini adalah proyek mercusuar yang sangat penting bagi masyarakat. Kita ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan kualitas yang maksimal,” tegas Deni.
Meski progres berjalan baik, Deni menggarisbawahi adanya perubahan desain pada sisi Gang Pandai.
Ia menyatakan perubahan ini perlu segera diklarifikasi agar tidak mengganggu kesesuaian perencanaan awal.
Sebagai bentuk pengawasan, Komisi III akan melakukan kunjungan lapangan dalam waktu dekat, guna memastikan bahwa pekerjaan fisik benar-benar sesuai dengan perencanaan teknis dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Samarinda.
Dalam rapat tersebut, Deni juga menyampaikan evaluasi terhadap realisasi anggaran tahun 2025.
Ia menyoroti bahwa hingga pertengahan tahun ini, serapan anggaran baru mencapai 20 persen, meski proses lelang telah mencapai 90 persen.
Menurutnya, ini menjadi catatan penting agar Dinas PUPR dapat memperbaiki pola kerja, khususnya dalam menghindari keterlambatan pelaksanaan program yang dibiayai oleh APBD.
“Kita minta kegiatan bisa dimulai lebih awal, minimal Februari atau Maret. Jangan sampai waktunya mepet dan akhirnya berdampak pada kualitas pekerjaan,” tegasnya.
Pasar Pagi Samarinda dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi warga, yang setiap harinya melayani ribuan pengunjung dan pedagang.
Proyek revitalisasi ini tidak hanya menyentuh sisi fisik, namun juga menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi rakyat pasca pandemi serta peningkatan tata kelola pasar tradisional ke arah yang lebih bersih, nyaman, dan modern.
“Kami di DPRD akan terus mengawal prosesnya. Ini untuk kepentingan masyarakat. Kita ingin hasil pekerjaan ini benar-benar maksimal,” pungkasnya. (Advertorial)