Dukung Aplikasi yang Dikembangkan Dinas PUPR, DPRD Samarinda Berharap Bisa Tingkatkan PAD

oleh -
oleh
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Teknologi berkembang semakin pesat dan membantu manusia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.

Teknologi juga bisa menambah penghasilan jika dimanfaatkan dengan baik.

Menyikapi hal itu, Pemkot Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Samarinda pun tak mau ketinggalan.

Saat ini Dinas PUPR Samarinda tengah mengembangkan aplikasi pembayaran retribusi menara telekomunikasi di Kota Samarinda.

Aplikasi tersebut diberi nama SiPaRet atau Sistem Informasi Pajak dan Retribusi.

Menanggapi hal itu, anggota komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah mendukung penuh jika memang aplikasi SiPaRet bisa menaikan Pendapatan Aset Daerah (PAD).

Dukungan ini sejalan dengan arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang diketahui tengah gencar-gencarnya dalam peningkatan PAD.

“Kami selaku di Komisi II ini mendukung saja selama ini berhubungan dengan peningkatan PAD kota Samarinda,” katanya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon seluler, Selasa (5/10/2021).

Laila Fatihah juga mendorong pemerintah melalui OPD terkait untuk berinovasi membangun kerjasama dengan pihak ketiga.

BERITA LAINNYA :  Bahas Soal Perda Penyelenggaraan Pendidikan, Disdikbud Samarinda Hearing Bersama DPRD Kota Tepian

“Pemkot ini harus berinovasi bagaimana memanfaatkan pihak ketiga yang mencari pendapatan di kota Samarinda,” terangnya.

Ditanya terkait jadwal hearing bersama PUPR Samarinda untuk menindaklanjuti informasi aplikasi tersebut, Politisi Fraksi PPP itu belum dapat memastikan.

“Kalau hearing belum ada jadwal ya, karena saya juga baru tau adanya aplikasi SiPaRet ini. Nantinya apabila sudah ada peluncuran aplikasi ini kami akan kroscek dulu,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia berharap ketika aplikasi ini diluncurkan, target PAD untuk Kota Samarinda bisa bertambah sesuai dengan permintaan Wali Kota.

“Jangan sampai nantinya inovasi yang dikeluarkan untuk penunjang PAD Kota Samarinda tidak menghasilkan apa-apa. Kita lihat lah nanti 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan nanti perkembangannya seperti apa,” jelasnya (Advertorial)

1.135 Tayangan