PUBLIKKALTIM.CO, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun sampaikan bahwa akses jalan Jembatan Mahkota II belum dapat dibuka kembali.
Keputusan ini diambil berdasarkan surat balasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Pembangunan Jembatan kepada Pemkot Samarinda perihal tindaklanjut Jembatan Mahkota Kota II yang beberapa waktu lalu mengalami abrasi di salah satu pilar jembatan.
“Maka dilanyangkanlah surat, lalu setelah dilayangkan surat, maka kita mendapatkan jawaban dari kementerian inilah yang kami mau sampaikan,” ujar Andi Harun pada konferensi pers yang digelar di Balaikota Samarinda, Selasa (11/5/2021).
Surat yang dikirimkan Pemkot Samarinda, kata AH sapaan wali kota, langsung mendapat balasan. Surat dibalas dihari yang sama pada 10 Mei 202, dengan nomor 620/100.07/26/2021 perihal permohonan pembukaan kembali Jembatan Mahkota lI Samarinda.
Surat balasan tersebut menyampaikan beberapa hal yang harus dituntaskan oleh Pemkot Samarinda, dan keputusan bahwa jembatan mahkota II belum diizinkan dibuka.
Tetapi catatan tersebut, jelasnya semuanya sudah dilengkapi terkecuali masalah pengecekan keretakan lantaran alatnya yakni Crack Detection Microscope masih ditunggu dari DKI Jakarta.
“Ini semua sudah kita laporkan kecuali soal keretakan, karena harus menunggu alatnya yang tidak banyak. Dan itu tidak ada di sini, kita sudah pesan, kita sudah inden itu alat,” jelasnya.
Tambahnya jadi sebenarnya pihaknya telah meminta untuk pembukaan jembatan Mahkota II tersebut, tetapi atas dasar pertimbangan teknis belum diizinkan untuk dibuka.
“Saya beserta jajaran Pemkot Samarinda mohon pengertian dan kesabaran warga. Mungkin ini memang berat, tapi percayalah pemerintah mengambil kesimpulan belum membuka ini,” tuturnya.
“Selain terkait teknis, tetapi ini juga bentuk ke hati hatian, dan agar tidak berspekulasi demi keselamatan warga,” sambungnya.
Banner Pemkot Samarinda/ IST
Untuk selanjutnya dalam satu bulan setengah atau 6 minggu lagi akan ada final kesimpulan terkhir kapan jembatan akan dibuka.
“Kalau sisi teknis sebenarnya sudah bisa. Kecuali soal keretakan yang harus analisa menghunakan Crack detection microscope nantinya akan nanti rekomendasi lagi,” pungkasnya. (advertorial)