PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Pada 2021 mendatang, pemerintah pusat agendakan dimulainya pembelajaran tatap muka.
Hal ini pun nantinya akan dilakukan di beberapa daerah, termasuk pula di Kaltim.
Hal ini sedang dalam proses penyusunan regulasi oleh pemerintah daerah setempat.
Beberapa hal pun menjadi kekhawatiran. Pasalnya, saat ini pandemi Covid-19 di Kaltim masih belum tunjukkan penurunan signifikan.
Hal ini pula yang membuat Isran Noor, Gubernur Kaltim belum mengambil keputusan apakah akan melaksanakan pembelajaran tatap muka atau tidak.
“Kami saat sekarang masih menunggu perunjuk teknisnya. Apa kata pusat kami ikuti, pasti baik,” kata Isran Noor, Senin (7/12/2020).
Beberapa daerah pun saat ini diketahui saat ini telah bersiap melakukan simulasi pembelajaran tatap muka.
Persiapan sudah sedemikian rupa, Salehuddin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim ikut berikan tanggapannya.
Dirinya justru mengingatkan daerah agar mengevaluasi kembali rencana pembelajaran tatap muka.
Alasannya, seluruh komponen harus benar-benar siap bila melakukan tatap muka. Protokol kesehatan harus benar-benar berjalan, tanggung jawab kepala daerah harus seiring sejalan dengan keinginan dengan pihak Satgas Covid-19, dan pihak sekolah serta orang tua murid.
“Saya belum menyarankan pembelajaran tatao muka, walau beberapa daerah ada kecamatan yang memungkinkan,” ungkap Salehuddin.
Dirinya menyarankan, pada Desember saat ini, Pemprov Kaltim harus menyiapkan bagaimana protokol kesehatan, bagaimana 3M di sekolah, menyiapkan instrumen dan fasilitas kesehatan, sebelum masih lembelajaran tatap muka.
“Perlu evaluasi yang mendalam apakah memang Januari tahun depan bisa melakukan pembelajaran tatap muka,” jelasnya. (advertorial)