Pelaksanaan E-Parking Perusda Varia Niaga Tak Optimal, DPRD Samarinda Ungkap Penyebabnya

oleh -
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah menyoroti penerapan e-Parking di Kota Tepian.

Laila Fatihah menilai penerapan e-Parking oleh Perusda Varia Niaga belum optimal.

Laila mengatakan tidak maksimalnya penerapan E ParkingVaria Niaga adalah karena juru parkirnya masih sama dengan ketika dikelola Dinas Perhubungan (Dishub).

Hal ini lah menurut dia yang membuat Varia Niaga tidak punya kewenangan untuk menindak juru parkir nakal yang enggan menerima pembayaran non tunai.

“Jadi itu yang menjadi catatan kami, review kami terhadap tiga bulan percobaan menggunakan Varia Niaga,” ujar Laila, Sabtu (19/11/2022).

Laili juga mengiginkan pelaksanaan parkir non tunai di Samarinda dikelola oleh pihak ketiga atau outsourcing.

Dengan demikian kata dia akan mempermudah dalam menindak atau mengelola juru parkir yang dipekerjakan.

Karena jika Dishub secara langsung yang melaksanakan, maka akan rentan sekali terjadi benturan dengan masyarakat.

“Kalau kita menggunakan outsourcing, kita full menyerahkan itu kepada pihak outsourcing, dia mencari dia memecat, itu urusan dia, walaupun kita mengusulkan,” katanya.

Solusi lain yang ia tawarkan adalah membentuk Satuan Petugas (Satgas) dari untuk TNI Polri yang akan mengawasi jalannya pembayaran non tunai ini.

BERITA LAINNYA :  RS Korpri Dibangun di Daerah Resapan Air, Komisi III DPRD Samarinda Segera Sidak ke Lokasi Pastikan Tak Perparah Banjir

Hal itu ia katakan belajar dari daerah Surabaya yang dinilai berhasil menarik pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Surabaya itu nggak pakai alat ini lagi, surabaya itu punya tiga, punya barcode punya alat edisi punya mesin yang ditaruh di jalan.

Jadi kalau yang dijakan kita bayar dulu tap dulu dah parkir, selesai itu kita nggak lagi nunggu tukang parkir itu lebih mudah alatnya

“Dan walaupun saya dengar juga dari Surabaya itu awal-awal dirusak alat itu, jadi mereka bentuk satgas, satgas itu yang mengawasi dan diberi zonanya,” katanya.  (Advertorial)