Penjaga Sarang Burung Walet Meninggal Dibunuh, Tusukan di Dada hingga Paru-paru

oleh -
oleh
dr Kristina Uli Gultom saat ditemui setelah pemeriksaan medis dari jenazah Tohir penjaga sarang burung walet yang menjadi korban penikaman 10 perampok bertopeng

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Jenazah Tohir (72) penjaga sarang burung walet di Kilometer 45, Desa Selorong, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada kamis (20/2/2020) siang kemarin mendapatkan penanganan RSUD AW Sjahranie untuk memastikan penyebab kematian setelah dinyatakan meninggal dunia,

Dari hasil visum forensik dr Kristina Uli Gultom RSUD AW Syaharie Samarinda mengatakan, kematian Tohir sementara ini diduga kuat karena luka tusuk di bagian dadanya yang cukup parah, hingga menembus bagian paru-parunya. Selain hal tersebut, faktor lainnya ialah korban juga mengalami kehabisan darah.

Kehabisan darah yang dialaminya pun lantaran mendapatkan empat luka tusuk. Satu di dahi, satu di dada dan dua di bagian punggung.

“Tusukan di dada hingga menembus paru-paru sampai ke dinding luar jantung,” ungkap Kristina.

Terpisah dari Tim Indonesia Automatic Fingerprint Indentification System (INAFIS) Polres Kukar, Aiptu Dian Heri Wahyudi membenarkan terkait kejadian, yang mana korban menderita empat luka tusuk.

Setelah mendatangi lokasi kejadian pada dini hari lalu, Dian beserta jajaran polisi lainnya langsung menggelar olah TKP dan memasang police line guna kepentingan penyidikan polisi. Adapun sejumlah barang bukti diamankan ialah, satu buah balok ulin, satu buah celurit, linggis dan dua pasang sandal.

BERITA LAINNYA :  Update Corona 29 Juni 2020, Kaltim Tambah 7 Pasien Positif Covid-19, Berasal dari Kukar dan Balikpapan

“Setelah itu kami langsung membawa korban ke sini (RSUD AW Sjahranie) untuk pemeriksaan medis lanjutan,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, Tohir bersama istri, Sutiani (60) dan dua anaknya menjaga sarang burung walet di kilometer 45 Desa Selerong, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Keluarga kecil ini dirampok 10 komplotan perampok bertopeng, Selasa (19/2/2020). Saat beraksi, para perampok mematikan listrik atau lampu rumah. Mendobrak pintu rumah merangsek masuk dan menikam korban. Tohir tewas bersimbah darah dihadapan istri dan dua anaknya.

Para perampok meminta kunci bangunan sarang walet. Namun tak mendapatkan kunci akhirnya para perampok meninggalkan tanpa membawa apa-apa. Pihak medis pun sudah melakukan pemeriksaan luar dan dalam pada jenazah korban. Selanjutnya hasil pemeriksaan akan diserahkan ke penyidik Polresta Kutai Kartanegara.

Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. (*)