Soal Grounbreaking IKN, Pemprov Kaltim Sebut Masih Tunggu Adanya Badan Otorita IKN

oleh -
oleh
Muhammad Syafranuddin, Kepala Biro Humas Setprov Kaltim

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan akan berkemah di titik nol ibu kota negara (IKN) Nusantara.

Rencana Presiden Jokowi menginap di lokasi IKN tersebut dikabarkan turut dirangkum dengan agenda groundbreaking ibu kota negara baru di Sepaku.

Hal itu ditanggapi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Dalam rilis resminya, Basuki Hadimuljono memaparkan bahwa peletakan batu pertama IKN Nusantara masih menunggu terbitnya Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA).

“Groundbreaking itu kalau ada uang di DIPA, kalau belum kami tidak akan pernah (groundbreaking), untuk itu minimal ada DIPA dan sudah ada kontraktornya,” kata Basuki dalam rilisnya.

Diketahui, alokasi pembiayaan pembangunan IKN Nusantara fase pertama telah diusulkan sebesar Rp46 triliun, di APBN 2022-2024.

Anggaran Rp46 triliun itu akan membiayai pembangunan Istana Negara, DPR, MPR, hingga infrastruktur dasar.

“Sekarang lagi dilihat anggarannya. DIPA belum ada tapi uang sudah ada. Belum dialokasikan, itu harus ada pembahasan dulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Biro Adpim Setprov Kaltim, Muhammad Syafranuddin juga menyebut, agenda groundbreaking belum diketahui.

Hanya saja, peletakan batu pertama IKN Nusantara, juga masih menunggu dibentuknya Badan Otorita IKN.

BERITA LAINNYA :  Penyerapan Anggaran APBD Kaltim 2021 Dinilai Lambat, DPRD Kaltim Melalui Banggar Panggil Pihak Pemprov

“Groundbreaking masih menunggu adanya Badan Otorita IKN,” ucap Syafranuddin, Rabu (9/2/2022).

Meski belum diketahui kapan peletakan batu pertama akan dilakukan, pembangunan IKN Nusantara bakal mulai dilakukan pada 2022 ini.

Hal itu berdasarkan laporan Bappenas RI pada Rapat Pra Rakortekrenbang Tahun 2022, diikuti Pemprov Kaltim.

“Dalam mendorong percepatan pembangunan wilayah Kalimantan tahun 2020-2024 di Kaltim, proyek sangat prioritas (major project), yaitu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” papar Ivan, sapaan akrab Syafranuddin.

Beberapa proyek strategis bakal dibangun oleh pemerintah pusat di Kaltim, untuk mendukung pembangunan IKN Nusantara.

Beberapa proyek itu di antaranya revitalisasi kilang minyak Balikpapan, pembangunan kilang baru Bontang, pembangunan pipa gas bumi Trans Kalimantan, dan pembangunan fasilitas pengolahan limbah B3 di Kaltim.

“Juga meningkatkan konservasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), lahan kritis, hutan lindung, dan hutan produksi. Mengembangkan pencegahan bencana alam banjir dan kebakaran hutan,” pungkasnya (Advertorial)