Penyerapan Anggaran APBD Kaltim 2021 Dinilai Lambat, DPRD Kaltim Melalui Banggar Panggil Pihak Pemprov

oleh -
oleh
Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim /HO

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – DPRD Kaltim melalui Banggar, memanggil pihak Pemprov Kaltim (TAPD), untuk membahas serapan anggaran APBD 2021 Kaltim.

DPRD Kaltim sangat menyayangkan hingga awal Juni 2021, serapan anggaran di APBD Kaltim, baru menyentuh angka 18 persen.

“Serapan ABPD Kaltim 2021 hingga hari ini hanya 18 persen,”  ujar Muhammad Samsun saat ditemui Senin (7/6/2021).

Hasil evaluasi Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dari total 639 paket lelang, baru sekitar 150an paket yang saat ini telah dilelang.

Sementara lelang 500an paket lainnya belum dilakukan.

“Menurut kami lambat penyerapannya. Ada yang belum lelang, ada yang persiapan, ada yang berkasnya belum lengkap,” terangnya.

Bahkan menurut Samsun, dengan 150an paket pekerjaan yang baru selesai lelang, artinya belum ada rupiah terserap ke masyarakat.

Pasalnya setelah lelang anggaran belum terserap, sebelum pekerjaan rampung.

“Harus dipahami, konsep serapan anggaran itu kan ketika anggaran itu sampai ke masyarakat. Nah, ini kan baru lelang. Artinya apa satu rupiah pun belum sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Disdikbud dan PUPR Kaltim menjadi dua organisasi perangkat daerah (OPD) di Bumi Mulawrman, yang paling banyak menyumbang paket perkerjaan belum terlelang.

BERITA LAINNYA :  Soal Rencana Pembangunan Flyover di Muara Rapak Balikpapan, Pemprov Kaltim Akan Usulkan Lagi di APBD 202

“Hampir semua dinas, tapi yang terbanyak ada di Disdikbud Kaltim 72 kegiatan, di PUPR Kaltim juga banyak yang belum terlaksana,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Sa’duddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, menyebut serapan anggaran tidak terlalu rendah.

Berkaca pada tahun lalu, serapan Kaltim di Mei 2020 juga sebesar 20 persen. Namun pada akhir tahun serapan akan meningkat di atas 90 persen.

“Tapi saya katakan serapannya tidak terlalu rendah, karena tahun ini sampai dengan Mei sama dengan tahun kemarin sekitar 20 persen. Tidak terlalu rendah,” ungkapnya.

“Karena memang kurva penyerapan anggarannya selalu melengkung awal tahun sedikit nanti tengah hingga akhir tahun baru mengejar,” jelasnya.

“Agustus September akan naik, masalahnya tiga hal, perpres mengadaan barang berubah,” tegasnya. (Advertorial)

1.146 Tayangan