PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Tahun anggaran 2019 menyisakan kurang lebih 1 bulan lagi.
Sisa waktu yang sempit itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim masih memiliki beberapa pekerjaan rumah berhubungan dengan pembangunan infrastruktur di Kaltim.
Hal ini pun ikut jadi perhatian kalangan dewan di Karang Paci- sebutan DPRD Kaltim.
Disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, pihaknya sedang menjadwalkan untuk meninjau langsung sejumlah proyek infrastruktur di Bumi Etam.
Dari hasil pertemuan dengan Dinas PUPR lalu, disampaikan Hasanuddin Mas’ud, baru sekitar 60 persen progress pekerjaan proyek yang telah dilakukan PUPR Kaltim.
Padahal, waktu penyelesaiannya sudah tidak panjang lagi, menyisakan kurang dari 2 bulan.
“Selain peninjauan kita juga akan menemui kontraktor, ada tujuh proyek multiyears yang akan kita dalami. Namun yang juga paling menjadi sorotan adalah di Tahun 2020 telah ada pagu Rp 1,8 triliun. Padahal di 2019 ini saja masih menyisakan banyak pekerjaan yang belum selesai,” kata Hasanuddin Mas’ud.
Lebih lanjut ia juga menerangkan bahwa tanggung jawab Dinas PUPR untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut hanya sampai tanggal 20 Desember 2019.
Terkait batas tersebut Hasanuddin mengatakan bahwa hasil pertemuan Komisi III baru-baru ini dengan Dinas PUPR Kaltim, pihaknya menjanjikan untuk menyelesaikannya hingga 20 Desember mendatang.
“20 Desember baru selesai, tetapi saya kira akan ada Silpa dari beberapa kegiatan tersebut, diperkirakan hingga lebih dari Rp 17 miliar. Memang ada beberapa kendala yang menyebabkan tak tuntas, seperti masalah pembebasan lahan dan perencanaan yang kurang tepat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum , Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kaltim Taufik Fauzi saat diwawancara media terkait proyek-proyek di Kaltim, ia sampaikan bahwa beberapa proyek bakal selesai dalam waktu ke depan.
Salah satunya ialah proyek Jembatan Mahakam IV.
Taufik mengungkapkan kajian dilakukan mulai dari tahap desain hingga tahap pemeliharaan. Dengan demikian diharapkan pada November ini persoalan itu sudah rampung.
Dia menilai progres pembangunan jembatan kembar Samarinda tersebut sudah berjalan sesuai jadwal.
“Selanjutnya, setelah mendapatkan izin operasi, akhir Desember jembatan sudah bisa diresmikan,” jelasnya.
“Progres berjalan sesuai jadwal. Kita optimis, Jembatan Mahakam IV atau jembatan kembar Samarinda akan selesai dan diresmikan penggunaannya pada akhir tahun ini,” kata Taufik.
Jembatan ini lanjut Taufik, akan dilengkapi lampu tematik. Setelah selesai girder (balok diantara dua penyangga berupa pier ataupun abutment pada suatu jembatan) dilanjutkan pengaspalan di sisi bentang tengah jembatan.
Pemerintah provinsi Kalimantan Timur memproyeksikan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) IV dapat dibuka pada Maret 2020 setelah turunnya surat uji kelaikan dan menyelesaikan rekomendasi teknis. (advertorial)