PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Meski permintaan masyarakat biasanya meningkat selama Ramadan hingga Lebaran, pemerintah menilai pasokan berbagai komoditas pokok masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, yang menyebut pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok pangan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Menurut Heni, hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok masih berada pada level yang aman meskipun konsumsi masyarakat meningkat selama bulan Ramadan.
“Persediaan bahan pangan kita sangat mencukupi. Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah dan menyambut Lebaran dengan tenang tanpa perlu khawatir terhadap kebutuhan pokok,” ujar Heni, Sabtu (14/3/2026).
Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Idulfitri merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun.
Selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran, permintaan terhadap berbagai komoditas pangan biasanya melonjak seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga, tradisi berbuka puasa bersama, hingga persiapan hidangan khas Lebaran.
Situasi ini kerap memicu kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional.
Namun pemerintah menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar karena merupakan pola musiman yang terjadi secara berulang.
Heni menjelaskan bahwa meskipun terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, ketersediaan barang di pasaran tetap mencukupi.
“Memang ada kenaikan harga di beberapa komoditas. Tapi itu biasanya karena permintaan meningkat secara bersamaan menjelang Lebaran,” katanya.
Pemerintah provinsi juga mengingatkan masyarakat agar tetap rasional dalam berbelanja kebutuhan pokok.
Heni menilai perilaku membeli barang secara berlebihan atau panic buying justru dapat memperburuk situasi pasar.
Menurutnya, pembelian dalam jumlah besar oleh sebagian konsumen dapat memicu kelangkaan sementara di pasar yang pada akhirnya mendorong harga naik lebih tinggi.
Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan sehari-hari tanpa melakukan penimbunan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Kalau masyarakat tetap tenang, maka harga di pasar juga bisa lebih stabil,” ujarnya.
Meski stok pangan terbilang aman, pemerintah daerah tetap menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas pasokan di wilayah Kalimantan Timur.
Salah satu kendala utama adalah ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Sebagian besar komoditas pangan yang dikonsumsi masyarakat Kaltim masih didatangkan dari provinsi lain di Indonesia.
Kondisi ini membuat kelancaran jalur distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi, pemerintah provinsi terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai pihak terkait.
“Kami terus mengawal jalur distribusi agar tidak terjadi hambatan. Kalau distribusi lancar, maka ketersediaan barang tetap terjaga dan harga juga bisa lebih stabil,” jelas Heni.
Data yang dihimpun oleh DP2KUKM Kaltim per Februari 2026 menunjukkan bahwa stok berbagai komoditas pangan utama berada pada level yang cukup tinggi.
Persediaan beras non-Bulog tercatat mencapai sekitar 233 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Selain beras, stok daging sapi juga tercatat mencapai sekitar 390 ribu ton, sementara daging ayam berada di kisaran 145 ribu ton.
Komoditas lain yang juga terpantau aman antara lain minyak goreng dengan ketersediaan sekitar 5.678 ton, tepung terigu sekitar 2,6 juta ton, serta gula pasir sekitar 16 ribu ton.
Sementara itu, kebutuhan bahan pangan lain seperti telur ayam dan mentega juga dilaporkan berada dalam kondisi stabil dengan ketersediaan yang cukup di berbagai daerah.
Berdasarkan data tersebut, pemerintah provinsi memperkirakan ketahanan pangan di Kalimantan Timur mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam rentang waktu dua hingga enam bulan ke depan.
Proyeksi ini menjadi indikator penting bahwa peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Lebaran tidak akan mengganggu ketersediaan bahan pokok secara signifikan.
Pemerintah berharap kondisi ini dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani ibadah Ramadan serta mempersiapkan perayaan Idulfitri bersama keluarga.
Selain pemantauan stok, pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan pelaku usaha, distributor, serta pedagang untuk memastikan pasokan tetap tersedia di pasar-pasar tradisional maupun modern.
Dengan kondisi stok yang terjaga dan distribusi yang terus dipantau, pemerintah daerah optimistis kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik hingga Lebaran nanti.
Heni berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok selama Ramadan maupun saat perayaan Idulfitri.
“Harapannya masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita. Stok tersedia, distribusi berjalan normal, dan kebutuhan pangan insyaallah dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Pemerintah juga memastikan akan terus memantau perkembangan harga serta kondisi pasar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga atau gangguan distribusi selama periode Ramadan hingga Lebaran. (*)