PUBLIKKALTIM.COM – Pemkot Samarinda disebut akan menyulap sampah di Kota Tepian jadi batako.
Guna mewujudkan impian itu, Pemkot Samarinda menggandeng PT Shera.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Nurrahmani.
Ia menuturkan bahwa Pemkot dan PT Shera telah menandatangani MoU.
“Sudah MoU kita tinggal PKS teknisnya,” ujar Yama, sapaan akrabnya.
PT Sera disebut akan membantu Pemkot Samarinda mengurangi sampah seberat 40 ton setiap harinya.
40 ton sampah itu akan diproses melalui teknologi menjadi butiran pasir yang kemudian akan diolah menjadi batako.
“Artinya mereka mengambil pasir itu dari sampah, jadi sampah yang 40 ton itu tanpa pilah langsung di roasting bahannya jadi pasir, pasirnya jadi batako, batakonya dia yang ambil untuk dipasarkan,” tuturnya.
Selain diuntungkan dengan berkurangnya sampah 40 ton tiap harinya, Pemkot juga akan menerima pembayaran sewa lahan oleh PT Shera.
Disamping itu mereka juga akan mengolah 8 ton air limbah tiap harinya yang menurut Yama akan membantu Pemkot menangani persoalan banjir.
“Sampah kita sehari berkurang 40 ton plus lumpur sekitar 8 ton sehari. Mengendalikan banjir yang ada di drainase,” ucapnya.
Dari 2 ton sampah mereka dapat menghasilkan 78 batako berukuran besar. Yama menyebutkan bahwa hasilnya lebih kuat dan lebih murah dari batako biasa.
“Jadi rencananya batakonya itukan diambil sama perumahan juga karena 2 ton sampah yang dibakar, dijadikan kalau dicampur dengan 1 kilo semen itu jadi 78 biji batako yang bentuknya besar dia lebih kuat dan harganya lebih murah,” pungkasnya. (Advertorial)