Usai Disuntik Vaksin Tahap Kedua, Begini Kata Anggota DPRD Kaltim 

oleh -
oleh
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim telah selesai disuntik vaksin tahap kedua.

Beragam tanggapan pun muncul dari wakil rakyat ini.

Salah satunya datang dari Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang.

Ia mengatakan kondisinya baik-baik saja usai skrining. Sehingga, ia bisa melakukan vaksin Covid-19.

“Tadi saat pemeriksaan itu bagus saja, hanya tekanan agak naik sedikit,” katanya, Senin (22/3/2021).

Dari penuturannya, tenaga kesehatan menanyakan kepada dirinya apakah ada menkonsumsi cafein.

Iya pun menjawab pertanyaan para medis.

“Ditanya minum kopi, saya jawab iya. Ternyata pengaruh ditensi, saya juga baru tahu kalau minum kopi ini pengaruh ditensi,” ujarnya.

Politisi PDIP itu mengaku pagi minum kopi untuk menghindari ngantuk.

Namun ternyata berpengaruh pada tekanan karena ada kafeinnya, kendati masih di batas normal 120.

“Kalau efek setelah vaksin rata-rata semua anggota dewan itu bilangnya ngantuk, ini saya agak mulai ngantuk. Mata sudah terasa berat, tapi itu lumrah sih.

Namanya obat pasti ada efek sampingnya, hanya saja masing-masing orang berbeda-beda,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mengungkapkan dirinya tidak merasakan apapun usai melakukan vaksin tahap pertama.

BERITA LAINNYA :  Tunjukan Hasil Rapid Tes Covid-19 Palsu, 4 Penumpang Bandara APT Pranoto Batal Terbang

“Tujuannya kan untuk memperkuat antibodi terhadap Covid-19, harapan saya ini segera dilakukan pada masyarakat dan mereka tidak perlu khawatir.

Semoga pemkot atau pemprov segera melaksanakan penyuntikan vaksinasi kepada masyarakat, kan lebih cepat maka lebih baik,” ujarnya.

Tyo sapaan akrabnya berharap, agar masyarakat melakukan vaksinasi Covid-19 dan pemerintah segera mendorong. Sebab, selama ini nakes mau berjuang, maka masyarakat juga harus mau untuk disuntik.

“Kalau bicara Covid-19 hilang sama sekali itu akan sulit. Saya selalu menggunakan istilah menari bersama badai, maka mari lakukan bersama,” terangnya.

Apabila ada masyarakat yang masih ragu dan takut untuk melakukan vaksin, politikus Golkar ini menyatakan bahwa secara klinis vaksin Covid-19 sudah diuji, seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir.

“Kalau untuk efeknya, saya rasa sama seperti kita minum obat. Kalau kita alergi terhadap obat maka akan ada efek-efek, kan sama saja,” pungkasnya. (Advertorial)