Gegara Kamar Mandi, Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Pukul Petugas Rutan

oleh -
Nurhadi/tribunnews.com

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Nurhadi disebut melakukan pemukulan terhadap petugas rumah tahanan.

Nurhadi mendadak jadi sorotan publik.

Pasalnya, Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) yang saat ini berstatus sebagai terdakwa perkara suap ini disebut melakukan pemukulan terhadap petugas rumah tahanan (Rutan) KPK.

Lalu bagaimana awal mula kejadian pemukulan tersebut?

Plt Juru Bicara KPK Ali Firki mengatakan kejadian bermula saat petugas Rutan KPK melakukan sosialisasi kepada para tahanan di Rutan KPK Kavling C1.

Sosialisasi itu terkait rencana renovasi salah satu kamar mandi yang di dalamnya terdapat jalur ventilasi saluran udara gedung.

“Karena akan berpotensi membahayakan kesehatan dan keamanan penghuni rutan.

Sehingga untuk sementara waktu dilakukan penutupan kamar mandi tersebut,” kata Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Ali menyebut saat rencana tersebut disampaikan kepada para penghuni sel, Nurhadi keberatan.
Menurut Ali, Nurhadi menyampaikan keberatannya dengan intonasi suara tinggi.

“Sehingga timbul kericuhan yang berujung timbulnya dugaan tindakan kekerasan fisik oleh yang bersangkutan kepada salah satu petugas rutan,” kata Ali.

BERITA LAINNYA :  Upaya Jemput Paksa Eks Bupati Tanah Bumbu, KPK Geledah Salah Satu Apartemen di Jakarta 

Pemukulan terjadi pada Kamis (28/1) sekitar pukul 16.30 WIB.

Nurhadi sendiri ditahan di Rutan Ground A yang berada di Gedung KPK Kavling C-1, Jakarta Selatan.

Pemukulan Nurhadi terhadap seorang petugas Rutan KPK juga disaksikan oleh petugas lainnya.

Nurhadi akan diperiksa KPK terkait peristiwa tersebut.

“Pihak rutan KPK akan melakukan tindakan pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku terhadap tahanan dimaksud,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul ‘KPK Ungkap Awal Mula Nurhadi Pukul Petugas Rutan Gegara Kamar Mandi’ https://news.detik.com/berita/d-5354146/kpk-ungkap-awal-mula-nurhadi-pukul-petugas-rutan-gegara-kamar-mandi