Gelar Program Pencarian Bakat hingga Daerah Terpencil, Dispora Kaltim Libatkan Guru Olahraga

oleh -
oleh
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kaltim, Rasman Rading/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat jaringan pencarian bakat ke sejumlah daerah hingga pelosok terpencil.

Langkah itu diambil guna mencari bakat anak sejak usia dini.

Dalam menjalankan program itu, Dispora Kaltim libatkan para guru olahraga sebagai talent scouting.

Disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kaltim, Rasman Rading, bahwa kerja sama ini dilakukan bersama KONI kabupaten/kota dan Ikatan Guru Olahraga (IGOR) se-Kaltim.

“Guru olahraga dilibatkan untuk menggali potensi-potensi yang tersembunyi dan memberi kesempatan kepada anak-anak di seluruh penjuru Kaltim untuk mengembangkan kemampuan mereka,” ujar Rasman Rading.

Ia mengatakan, peran guru olahraga sangat penting karena mereka adalah sosok yang paling dekat dengan siswa dan memiliki kemampuan mengidentifikasi bakat sejak usia dini.

“Kami ingin memanfaatkan pengetahuan dan akses para guru olahraga untuk menemukan bakat-bakat tersembunyi di sekolah-sekolah, terutama di daerah yang mungkin jarang tersentuh oleh program pencarian bakat,” jelasnya.

Dengan kolaborasi ini, bakat potensial di berbagai cabang olahraga diharapkan bisa ditemukan dan dibina lebih dini.

BERITA LAINNYA :  Perkuat Pemberitaan dan Pengawasan Terhadap Tahapan Pilkada 2024, Bawaslu RI Gelar Konsolidasi Media di Kaltim

Dispora Kaltim  juga berharap, melalui program itu bisa menjangkau daerah-daerah terpencil yang seringkali terlewat dalam upaya pencarian bakat.

Selain itu, para guru olahraga juga didorong untuk bekerja sama dengan pelatih dan mentor olahraga di setiap wilayah, guna memastikan setiap bakat yang ditemukan dapat dikembangkan secara optimal.

Dukungan ini diharapkan akan membangun jaringan pembinaan yang lebih kuat dan efektif di seluruh Kaltim.

“Dispora Kaltim juga berencana memberikan pelatihan khusus kepada guru-guru olahraga agar mereka dapat memahami cara-cara menilai dan mengembangkan bakat siswa dengan metode yang lebih profesional,” pungkasnya. (adv)

1.178 Tayangan