PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – DPRD Samarinda saat ini tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanian.
Jelang pengesahan Raperda tersebut, Tim Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Samarinda menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (5/10/2021).
Rombongan Bapemperda ini didampingi Kepala Dinas Pertanian beserta jajarannya.
Kunjungan kerja itu langsung disambut oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sleman dan staf ahli Pemkab Sleman, di Pendopo Bupati Sleman.
Anggota Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie menyampaikan, dalam pertemuan itu, Bapemperda mendapat sejumlah masukkan, antara lain dibutuhkan perluasan dan pengaman area lahan pertanian dan pemberian insentif bagi para petani.
“Untuk menimbulkan daya tarik para petani dalam meningkatkan kualitas pertanian di Samarinda,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (5/10/2021).

Ia menjelaskan bahwa yang melatarbelakangi dibuatnya Raperda Pertanian adalah karena banyaknya lahan pertanian yang sudah dialih fungsikan untuk sektor pembangunan perumahan dan industri.
“Untuk itu perlu ditinjau kembali agar sektor pertanian di Samarinda bisa dioptimalkan,” ucapnya.
Politisi Golkar ini menambahkan, dengan adanya Raperda Pertanian ini diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan pangan masyarakat Kota Samarinda dan meningkatkan kesejahteraan para petani, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola pertanian.
“Untuk Perda Pertanian nanti untuk peningkatan lahan tanam. Artinya adanya peluasan lahan dan juga pengamanan agar lahan pertanian tidak dialih fungsikan” terangnya.
Sedangkan disinggung soal insentif para petani, Novan menegaskan perlu adanya perhatian serius dari pemerintah kota.
Hal tersebut dapat diatur melalui Peraturan Wali Kota (Perwali).
“Insentif petani juga perlu dilakukan untuk memberikan dukungan kepada para petani. Namun kebijakan tersebut butuh dorongan pemerintah kota yang dituangkan dalam perwali” pungkasnya. (Advertorial)