Juru Parkir Keroyok Pedagang Es Teler di Lambung Mangkurat Samarinda

oleh -
oleh
Suasana di Jalan Lambung Mangkurat sesaat setelah aksi pengeroyokan yang dilakukan IW cs kepada Edi pedagang es teler akibat tak diberi iuran uang listrik

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Jumat (6/3/2020) sekira pukul 16.30 Wita di kawasan Lambung Mangkurat, Kecamatan Sungai Pinang mendadak ramai karena adanya sekelompok juru parkir (jukir) yang diduga sebagai preman sekitar, melakukan pengeroyokan terhadap seorang pedagang es teler.

Informasi dihimpun, kejadian tersebut menimpa pedagang bernama Edi Sukianto (31) yang mana saat kejadian ia awalnya, di sambangi oleh jukir berinisial IW. Tempat mangkal IW sendiri tak berada jauh dari lokasi Edi berjualan, tepatnya di seputaran Hotel Diamond. Kala itu, IW bertatap muka dengan Edi dan meminta uang iuran listrik yang digunakan Edi untuk menerangi dagangannya.

“Dia minta uang lampu, saya bilang sudah bayar ke sebelah,” ucap Edi saat dijumpai awak media.

Maksud pembayaran Edi ke sebelah kala itu merujuk kepada sebuah ruko warung makan. Dari warung makan tersebut, memang terlihat ada bentangan kabel listrik yang terhubung ke tempat Edi berdagang untuk penerangan dan menyalakan peralatan mesin elektroniknya.

“Terus dia bilang kenapa saya begitu (bayar ke sana),” kata Edi.

“Lihat aja nanti jualan mu engga lama,” sambungnya menirukan nada ancaman dari IW.

Tak ingin ada masalah, Edi kemudian berinisiatif memanggil IW dan menanyakan maksud ancaman yang baru saja ia lontarkan tersebut. Saat IW berpaling dan kembali mendekat, jukir yang dikabarkan memang kerap berbuat onar di kawasan tersebut langsung mendaratkan bogem mentahnya ke bagian wajah kanan Edi dan membuat tersungkur.

BERITA LAINNYA :  Afif R Harun Nahkodai Taekwondo Samarinda 2020-2025

Tak terima dengan perlakuan IW kepada Edi, adik dan keponakannya yang kebetulan berada di lokasi kejadian, sontak membalas perlakuan IW tersebut. Namun saat membalas pukulan IW, rupanya empat rekan IW dari jauh melihat dan segera mendekat untuk memberikan bala bantuannya. Karena kalah jumlah, IW cs akhirnya melakukan pengeroyokan kepada Edi, hingga ia mendapatkan luka memar di jidat kanannya.

“Habis itu mereka pergi dan ngomongnya mau kembali lagi,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, akibat keributan tersebut, Jalan Lambung Mangkurat jadi berimbas semakin macet, dan pihak petugas kepolisian pun tiba untuk mengamankan lokasi sekitar. Edi pun diketahui berangkat menuju RSUD AW Sjahranie untuk membuat visum untuk luka penganiayaan yang diterima guna memberikan laporan resmi kepada pihak kepolisian. (*)