Noel Jadi Tersangka, Uang Miliaran dan Kendaraan Disita KPK

oleh -
oleh
Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Ist)

PUBLIKKALTIM.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan kasus pemerasan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dengan barang bukti berupa uang miliaran rupiah dan puluhan kendaraan disita.

KPK merilis hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Noel dan sejumlah orang lain terkait dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3. Noel terlihat mengenakan rompi oranye dan diborgol saat digiring menuju konferensi pers, sesaat menyeka air mata sebelum masuk ke ruang KPK, Jumat (22/8).

Dalam OTT yang berlangsung pada 20-21 Agustus 2025 di beberapa lokasi di Jakarta, tim KPK mengamankan 14 orang, namun tiga di antaranya dinyatakan tidak terkait dan dilepaskan. Dari pengamanan tersebut, KPK menyita uang miliaran rupiah, 15 mobil, dan 7 sepeda motor sebagai barang bukti.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan, “Kegiatan tangkap tangan ini bermula dari laporan pengaduan masyarakat. Tim KPK kemudian bergerak secara paralel untuk mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat.”

BERITA LAINNYA :  Kapolri Jenderal Idham Azis Ancam Pidakan Jajaranya jika Terbukti Selewengkan Uang Negara

Noel dan 10 tersangka lainnya langsung menjalani penahanan 20 hari pertama di Rutan KPK. Selain itu, KPK juga telah menyegel ruang Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 untuk kepentingan penyidikan.

Dalam konferensi pers, Setyo menegaskan bahwa operasi dilakukan secara senyap untuk memastikan bukti-bukti dapat diamankan dan proses hukum berjalan lancar. Seluruh kendaraan hasil OTT bahkan sempat dipamerkan di lobi gedung Merah Putih KPK sehari sebelumnya.

KPK juga sudah menyegel ruang Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker & K3).

KPK memastikan proses hukum terhadap Noel dan tersangka lain akan berjalan transparan, sambil terus mengungkap dugaan keterlibatan pihak lain yang terkait dalam kasus pemerasan sertifikasi K3.

(Redaksi)

1.115 Tayangan