Pemprov Kebut Penyelesaian Tol Balsam, Komisi III Bakal Terus Monitor

oleh -
oleh
Tol Balikpapan-Samarinda

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) terus dikebut penyelesaiannya.

Meski Seksi 2, 3, dan 4, jalan tol Balsam telah rampung dikerjakan, namun ketiga seksi itu masih menunggu uji kelayakan dari Kementerian PUPR. Sementara Seksi 1 dan 5 ditarget rampung pada April 2019.

Seksi 1, Segmen 5, masih tersisa 2,2 kilometer jalan tanah yang akan segera dibangun agar tersambung ke badan jalan tol utama. Pengerjaan 2,2 kilometer jalan tanah inipun ditarget rampung akhir Desember 2019.

Sementara di Seksi 5, yang dibiayai oleh APBN dan pinjaman dari Tiongkok, meski jalan tol utama telah terhubung, namun masih ada lahan yang belum dibebaskan.

Terutama pada proyek jalan penghubung warga yang melintasi jalan tol Balsam.

Diketahui Seksi 2, 3, dan 4 tol Balsam, yang menghubungkan Simpang Pasir menuju Samboja akan diuji coba pada akhir Desember 2019. Selanjutnya akan dilakukan uji layak oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Kalau di Seksi 2, 3, 4, sudah dijelaskan oleh BPJT siap untuk dioperasikan. Sekarang lagi proses penyempurnaan, nanti proses layak ujinya akan dilakukan pada Desember 2019,” ungkap Bedru Cahyono, Kepala Satker Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 5 BPJN Balikpapan, dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Dengan rampungnya jalan tol Balsam, Seksi 2, 3, dan 4. Pemprov Kaltim berencana meresmikan tol tersebut pada Januari 2019. Peresmian yang dimaksud khusus untuk tiga seksi yang sudah rampung tersebut.

Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim menerangkan, dengan diresmikannya ketiga seksi yang sudah rampung, dapat memangkas jarak Samarinda menuju Balikpapan, karena tidak lagi melewati Bukit Soeharto. Ketiga seksi tersebut menghubungkan Simpang Pasir menuju Samboja.

BERITA LAINNYA :  Syukri Wahid Buka Suar Usai Dilaporkan Atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik

“Kalau mau diresmikan separuh (Seksi 2,3,4) bisa. Yang jelas itu kan cukup memangkas karena tidak perlu melewati Bukit Soeharto lagi,” kata Hadi.

Meski telah mengagendakan waktu peresmian. Hadi Mulyadi menyatakan tidak ingin melangkahi wewenang kementerian. Sebab, saat ini pihaknya masih menunggu kapan uji kelayakan jalan tol dan hasilnya. Nantinya, bila hasil uji kelayakan menyatakan jalan tol dapat digunakan, Pemprov Kaltim langsung menggelar peresmian.

“Tergantung lah nanti apakah bisa atau tidak. Karena nanti ada uji kelayakan dulu. Kalau uji layak mengatakan bisa digunakan, ya kita akan gunakan,” pungkasnya.

Sementara itu, di sisi legislatif, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud sampaikan pihaknya terus monitor perkembangan jalan tol Balsam tersebut.

Pasalnya, jalan tol ini masuk dalam proyek strategis nasional. Selain itu, beberapa kali persoalan kerap terjadi, mulai dari pembebasan lahan hingga terundurnya launching tol Balsam.

“Kami akan terus monitor perkembangan tol Balsam. Kemarin juga telah kami panggil pohak terkait seperti Dinas PUPR Kaltim untuk jelaskan persoalan dan perkembangan progress jalan tol,” ucapnya.

Hal ini dilakukan mengingat perlunya percepatan pekerjaan sehingga tol bisa dinikmati masyarakat Kaltim sesegera mungkin.

“Kami tentu ingin tol bisa segera selesai agar bisa dinikmati masyarakat,” ucap Hasanuddin Mas’ud. (advertorial)