Per 24 Maret 2020, Ada 3 Tambahan Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 di Kaltim

oleh -
oleh
Andi M Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, saat melakukan rilis media, Selasa (24/3/2020)

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA– Update kasus Covid-19 di Kaltim, disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak, melalui rilis media, Selasa (24/3/2020).

Dalam rilis tersebut, Kaltim diketahui tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19, yakni masih 11 pasien.

Sementara itu, orang dalam pemantauan (ODP) mengalami penambahan sebanyak 354 orang. Total ODP di Kaltim menjadi 1.660 orang. Rinciannya, 389 sudah selesai pemantauan, dan 1.271 orang masih dalam proses.

“Hari ini terbesar penambahan OPD terjadi di Balikpapan, dengan penambahan 378 orang,” kata Andi, Selasa (24/3/2020).

Untuk kasus pasien dalam pengawasan (PDP), juga terjadi penambahan tiga orang, yang tersebar di Kutai Barat, Kutai Timur, dan Balikpapan. Selain itu, kasus positif tidak mengalami penambahan.

“Total 59 orang kategori PDP, positif masih 11 orang,” jelasnya.

Kronologis, Penambahan Dua PDP di Kaltim

Kasus PDP Kutim

Merupakan pasien yang melakukan kontak erat dengan pasien Kutim 2 (klaster Bogor) yang kemarin telah dinyatakan positif. Pasien Kutim 2 saat ini dirawat di Bontang.

Pasien PDP Kutim itu pada 14 Maret bertemu dengan pasien Kutim 2. Usai melakukan pertemuan, pasien PDP Kutim tersebut melaporkan keluhan batuk pada 16 Maret 2020.

BERITA LAINNYA :  Turun Jadi 5,78 Persen, Angka Kemiskinan Kaltim pada Maret 2024 Berada di Posisi ke-7 Terendah Nasional

Saat ini pasien PDP Kutim, dirawat di Rumah Sakit Kudungga Sangatta.

Kasus PDP Kubar

Pasien PDP Kubar melakukan kontak erat dengan pasien Kukar 1 (klaster KPU). Mereka diketahui melakukan kegiatan bersama di Jakarta.

Tidak ada keluhan medis pada pasien PDP Kubar. Namun saat ini tengah dirawat di rumah sakit Kubar.

Kasus PDP Balikpapan

Pasien dari Balikpapan ini memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya. PDP Balikpapan ini diketahui tidak termasuk dalam kedua klaster yang menjadi pintu masuk Covid-19 di Kaltim (klaster Bogor dan klaster KPU).

Tanggal 13 Maret 2020, mengeluhkan gejala medis berupa demam dan sesak nafas.

Saat ini dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo ( RSKD) Balikpapan. (*)