Perkuat Peran TPK, Pemkot Samarinda Dorong Keluarga Sehat dan Bebas Stunting

oleh -
oleh
Kegiatan Penguatan Kapasitas Tim Pendamping Keluarga dalam Peningkatan Keluarga Berencana Pasca Persalinan dan Distribusi MBG 3B yang berlangsung di Aula PKK Samarinda, Selasa (9/6/2026)/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam Peningkatan Keluarga Berencana (KB) Pasca Persalinan dan Distribusi MBG 3B yang berlangsung di Aula PKK Samarinda, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan para kader pendamping keluarga, petugas lapangan keluarga berencana, pengurus PKK, serta berbagai pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam pembangunan keluarga di Kota Samarinda.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Samarinda, El Nova Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa Tim Pendamping Keluarga memiliki posisi strategis dalam mendampingi masyarakat, terutama ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan keluarga yang memiliki balita.

Menurutnya, keberadaan TPK tidak hanya berfungsi sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penghubung antara keluarga dengan berbagai layanan kesehatan dan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Tim Pendamping Keluarga merupakan ujung tombak dalam mendampingi keluarga, khususnya ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan keluarga yang memiliki balita. Peran ini sangat strategis karena tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memastikan keluarga memperoleh informasi dan layanan yang tepat demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar El Nova.

Tingkatkan Kompetensi Pendamping Keluarga

El Nova mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai kolaborasi berbagai instansi menjadi faktor penting dalam memperkuat program pembangunan keluarga di Samarinda.

Ia memberikan penghargaan kepada DPPKB Samarinda, BKKBN Kalimantan Timur (Kaltim), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Samarinda, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPPKB Samarinda, BKKBN Kaltim, IBI Kota Samarinda, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan yang sangat penting ini,” katanya.

Menurut El Nova, pembangunan keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Karena itu, para kader TPK harus terus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya agar dapat menjalankan tugas pendampingan secara optimal.

Ia menekankan bahwa kader TPK memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pola pengasuhan anak, hingga pemenuhan gizi keluarga.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, para kader diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif sekaligus membantu keluarga mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan dan kesejahteraan mereka.

KB Pasca Persalinan Dorong Kesehatan Ibu dan Anak

Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah peningkatan pelayanan KB pasca persalinan.

Program ini dinilai memiliki manfaat besar bagi kesehatan ibu dan anak karena membantu keluarga mengatur jarak kelahiran secara lebih terencana.

El Nova menjelaskan bahwa pengaturan jarak kelahiran memberikan kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kondisi kesehatannya setelah melahirkan.

Selain itu, ibu juga dapat memberikan ASI secara optimal sehingga kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi dengan baik.

“KB pasca persalinan merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Dengan pengaturan jarak kelahiran yang baik, ibu memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisi kesehatannya, memberikan ASI secara optimal, serta memastikan tumbuh kembang anak berlangsung dengan baik,” ujarnya.

BERITA LAINNYA :  Berbekal Nonton Youtube, Pasutri di Berau Jadi Spesialis Curanmor 

Ia menambahkan bahwa perencanaan keluarga yang baik juga akan meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

Orang tua dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun perhatian emosional.

Dengan demikian, program KB pasca persalinan tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas keluarga secara keseluruhan.

Distribusi MBG 3B Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Selain membahas layanan KB pasca persalinan, kegiatan tersebut juga menyoroti distribusi MBG 3B sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Program ini menjadi salah satu bentuk intervensi yang dilakukan pemerintah untuk memastikan keluarga memperoleh dukungan gizi yang memadai, terutama bagi kelompok yang rentan mengalami masalah gizi.

El Nova menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik menjadi faktor penting dalam mencegah stunting sejak dini.

Karena itu, distribusi MBG 3B harus berjalan tepat sasaran dan didukung oleh pendampingan yang efektif di lapangan.

“Distribusi MBG 3B menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemkot Samarinda dalam percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” katanya.

Ia menilai keberhasilan program pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat, hingga keluarga harus bergerak bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal.

Perkuat Sinergi untuk Masa Depan Anak Samarinda

Pada kesempatan tersebut, El Nova juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat pengabdian dalam menjalankan tugas pendampingan di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan penguatan kapasitas ini tidak hanya menambah pengetahuan para kader, tetapi juga memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi yang selama ini terlibat dalam pembangunan keluarga.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga memperkuat koordinasi, sinergi, dan semangat pengabdian seluruh Tim Pendamping Keluarga dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.

El Nova mengingatkan bahwa setiap kunjungan dan pendampingan yang dilakukan para kader memiliki dampak besar bagi masa depan generasi penerus di Samarinda.

“Mari kita jadikan setiap kunjungan, setiap pendampingan, dan setiap edukasi yang kita berikan sebagai langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi masa depan anak-anak Samarinda,” pungkasnya.

Ia optimistis kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas akan mempercepat terwujudnya keluarga Samarinda yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Melalui kegiatan ini, ia berharap lahir berbagai inovasi dan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan keluarga yang berkelanjutan di Kota Tepian. (*)

1.137 Tayangan