Prihatin dengan Kebakaran Pabrik Smelter Nikel di Kukar, Seno Aji Ingatkan Soal Sistem Keselamatan Kerja

oleh -
oleh
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji/IST

PUBLIKKALTIM.COM – Kebakaran yang terjadi di pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara direspon serius oleh DPRD Kaltim.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji prihatin dengan musibah kebakaran tersebut.

Seno Aji kepada awak media menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada korban kecelakaan kerja yang meninggal dunia.

“Kami turut prihatin atas kejadian kebakaran tersebut, dan dari pengalaman tersebut, KFI wajib melengkapi peralatan safety nya termasuk pemadam kebakaran juga harus stanby karena ini merupakan pabrik smelter nikel terbesar di Indonesia,” ujar Seno Aji menanggapi kasus itu.

Politisi Gerindra ini menyinggung terkait keselamatan kerja harus diterapkan bagi seluruh karyawan yang bekerja di pabrik smelter nikel tersebut.

“Sistem keselamatan kerja juga harus dibuat dan diterapkan mengingat KFI adalah industri dengan skala kecelakaan kerja yang tergolong tinggi,” ucapnya.

Kendati demikian, ia tetap mendukung sepenuhnya pabrik smelter nikel guna peningkatan ekonomi masyarakat Kukar khususnya dan Kaltim umumnya.

“Kami tentunya secara kelembagaan akan tetap mendukung kegiatan investasi ini karena demi peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kukar khususnya dan masyarakat Kaltim umumnya ,” pungkasnya.

BERITA LAINNYA :  BREAKING NEWS - Per 21 April: Kaltim Bertambah 5 Pasien Positif Corona, Total 68 Pasien

Seno Aji juga menegaskan atas kejadian tersebut pihaknya akan memanggil Pimpinan PT KFI guna meminta keterangan atas kejadian kecelakaan kerja yang bukan kali pertama terjadi selama berdirinya pabrik smelter nikel di Pendingin Kabupaten Kutai Kartanegara.

Diketahui, masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekitarnya dihebohkan dengan adanya kebakaran besar fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel.

Kebakaran tersebut terjadi pada, Rabu (11/10/2023) sekitar pukul 17.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang didapat, ada dua tenaga kerja asing(TKA) yang mengalami luka bakar hingga saat ini masih kritis dan satu korban lagi meninggal dunia. (advertorial)

1.039 Tayangan