PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Persoalan lahan bekas tambang masih jadi masalah di Kaltim.
Beberapa lubang bekas tambang masih tampak terbuka dan tidak dilakukan reklamasi.
Untuk hal itu, juga dapat respon dari anggota DPRD Kaltim Sarkowi V Zahri.
Ia sampaikan Kaltim perlu meniru Australia dalam hal pengelolaan lahan bekas tambang. Pasalnya kewajiban mereklamasi atau merehabilitasi lahan bekas tambang batu bara masih banyak diabaikan oleh perusahaan dan dampaknya harus ditanggung oleh masyarakat di sekitar bekas tambang.
“Dengan kita belajar dan mengetahui pola pengelolaan bekas tambang seperti di Austaralia, maka itu adalah kesempatan untuk mengubah bekas tambang-tambang besar yang sebelumnya beracun menjadi sesuatu yang indah,” kata Sarkowi.

Selain menjadi objek wisata, Sarkowi juga berharap bekas tambang di Kaltim dapat menjadi pusat pendidikan, termasuk pameran fisik dan realitas virtual, untuk mengajari pengunjung nantinya tentang alam.
“Jika salah satu bekas tambang di Kaltim dapat merealisasikannya, maka hal ini akan menjadi praktik terbaik rehabilitasi tambang, dan itu akan menjadi contoh rehabilitasi tambang-tambang lainnya,” pungkasnya.
Jika hal ini dilakukan, bukan tak mungkin Kaltim bisa menjadi daerah percontohan di Indonesia dalam hal pengelolaan lahan bekas tambang. (advertorial)