PUBLIKKALTIM.COM – Masyarakat Bumi Mulawarman dinilai beruntung Ibu Kota Negara (IKN) pindah ke Kaltim.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji.
Seno Aji mengaku telah mengikuti rapat dengan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian PUPR.
Dalam pertemuan tersebut, kata Seno Aji, semuanya telah dibahas terkait perencanaan pembangunan di wilayah inti IKN, termasuk alokasi anggaran yang dibutuhkan.
“Saya sempat ikut rapat di Bappenas dan PUPR, jadi tahun ini istana negara juga mulai dibangun dengan besaran dana Rp2 triliun. Kemudian ada lagi Rp500 miliar untuk pembangunan rumah menteri yang saat ini sudah ada pemenang tendernya. Kemudian juga ada pembangunan jalan tol Rp7 triliun. Artinya ada paket pekerjaan Rp10 triliun di IKN,” ungkap Seno Aji.
Seno menilai dengan adanya pembangunan IKN, maka dapat dipastikan serapan tenaga kerja di Kaltim juga semakin banyak dibutuhkan.
Menurutnya, pembangunan kawasan IKN itu perlu dijadikan peluang besar bagi masyarakat lokal dalam mendapatkan pekerjaan.
Meski demikian, ia juga mendorong masyarakat lokal di Kaltim untuk terus meningkatkan kualitas diri atau sumber daya manusia (SDM), sehingga peluang kerja yang ada dapat diisi sesuai dengan potensi dan spesifikasi yang dimiliki.
“Ini peluang bagi masyarakat khususnya anak muda di Kaltim. Makanya kita harapkan untuk terus meningkatkan kualitas, karena di sana (IKN) pasti ada sertifikasi khusus,” terangnya.
Lebih lanjut, Seno Aji menjelaskan, selain peluang kerja, pemindahan IKN juga menjadi peluang bisnis, terutama sektor kuliner.
Sebab, katanya, dalam proses pembangunan kawasan IKN, terdapat banyak orang atau tenaga kerja yang datang.
“Ini peluang yang bisa dijajaki. Bayangkan ada 25 ribu tenaga kerja yang akan hadir tahun ini, Oktober sampai Desember 2023. Setelah itu ada lagi penambahan 50 ribu tenaga kerja dan mereka semua membutuhkan makan,” pungkasnya. (Advertorial)