PUBLIKKALTIM.COM – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, menyoroti aktivitas kendaraan kontainer yang keluar masuk kawasan pergudangan di Jalan Damanhuri.
Ia menilai aktivitas tersebut sering menimbulkan gangguan lalu lintas serta meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan.
Andriansyah menjelaskan bahwa kondisi Jalan Damanhuri kerap terdampak aktivitas kendaraan berat, terutama saat proses bongkar muat di area pergudangan berlangsung.
Ia menyebut dampak yang muncul tidak hanya berupa kemacetan, tetapi juga kondisi jalan yang berubah menjadi kotor saat musim kemarau dan licin saat musim hujan.
“Kalau musim kemarau jalan jadi kotor, kalau musim hujan malah licin dan berbahaya bagi pengguna jalan,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai situasi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar tidak terus berulang dan merugikan masyarakat pengguna jalan.
Pengalaman Langsung Saat Lihat Kemacetan
Andriansyah juga mengaku pernah menyaksikan langsung kemacetan panjang di kawasan tersebut.
Ia mengatakan kemacetan terjadi akibat truk kontainer yang sedang bermanuver untuk masuk ke gudang sehingga menghambat arus lalu lintas.
“Posisi kendaraan yang sedang bermanuver masuk ke gudang membuat arus lalu lintas terganggu dan antrean kendaraan menjadi panjang,” ucapnya.
Ia menilai kejadian seperti itu seharusnya dapat diantisipasi dengan pengaturan operasional yang lebih baik.
Untuk mengurangi dampak kemacetan, Andriansyah mendorong agar aktivitas bongkar muat kontainer dilakukan pada jam-jam yang tidak padat.
Ia menyarankan kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari ketika volume kendaraan di jalan sudah berkurang.
“Sebaiknya dilakukan pada jam-jam yang lebih longgar, misalnya setelah pukul 22.00 Wita,” tegasnya.
Selain pengaturan waktu, Andriansyah juga meminta adanya pengawasan langsung dari petugas di lapangan saat aktivitas bongkar muat berlangsung.
Ia menekankan pentingnya pendampingan agar aktivitas tersebut tidak mengganggu pengguna jalan lain.
“Harus ada petugas yang mendampingi, karena jangan sampai masyarakat yang dirugikan karena kemacetan,” pungkasnya. (Adv)